Rabu, 28 November 2012

Menag: Jangan Abaikan Kualitas Moral dan Keagamaan


Jakarta (Pinmas) —Menteri Agama H Suryadharma Ali mengatakan, kurikulum pendidikan secara nasional (umum) tidak berbeda dengan kurikulum yang tercakup pada pendidikan di madrasah. 

Hanya saja, kurikulum pendidikan di madrasah memiliki kelebihan bernuansa keagamaan, sehingga perilaku keseharian dan menifestasinya lebih mempertimbangkan “kebaikan”.

“Oleh karena itu, pada pendidikan umum, masalah kualitas moral dan keagamaan jangan diabaikan,” papar Menag usai melepas “Gerak Jalan Sehat Peringatan Hari Guru Nasional 2012 dan HUT ke- 67 PGRI” di Silang Monas Jakarta, Minggu (25/11).

Menurut Menag, guru adalah tulang punggung bagi kemajuan sebuah bangsa. Dari tangan para pendidik itulah lahir generasi – generasi yang cemerlang. “Oleh karena itu, pada hari guru nasional yang ke-67 ini, kami berupaya memberikan kegembiraan kepada mereka, memberi penghormatan sekaligus motivasi para guru-guru, sehingga mereka tambah kualitasnya, dan meningkat pengabdiannya.”

Ditanya tentang perlunya kode etik guru, Menag memaparkan, pada dasarnya kode etik itu harus berlaku secara bersama-sama, baik guru di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Agama. 

“Semuanya harus punya. Artinya kode etik bersama. Salah satunya, misalnya, disiplin guru di dalam mengajar. Dengan disiplin kualitas mengajar akan bertabah baik. 
Begitu pula peningkatan kualitas guru dan peningkatan akademik. Seperti guru yang belum S-1 menjadi S-1. Begitu juga yang S-1 meningkat menjadi S-2, dan S-2 menjadi S-3.”
Hasilnya, lanjut Menag, dari tahun ke tahun terjadi peningkatan yang signifikan. Jumlah doktor meningkat. “Yang doktor kita perlukan untuk meningkatkan kualitas di perguruan tinggi pada khususnya.”

Menag mengharapkan, para guru agar meningkatkan kualias. “Harus ada perubahan di berbagai sisi untuk mengejar ketertinggalan pendidikan kita dari negara-negara lain. Salah satu perubahan itu, perlunya kurikulum yang benar-benar sesuai dengan harapan. Perubahan kurikulum dapat meningkatkan kualitas anak-anak didik dan kepribadiannya.”

Gerak jalan tersebut diikuti 11.000 guru madrasah dan umum se DKI Jakarta. Hadir pada kesempatan itu Wakil Menteri Agama H Nasaruddin Umar, Sekjen Kemenag H Bahrul Hayat, Guberbur DKI Jakarta yang diwakili Walikota Jakpus H Saifullah, Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo, pejabat kemenag wilayah dan tingkat kota, serta pejabat yang terkait dengan pengelolaan pendidikan. (dik)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar